Senin, 30 Juni 2014

Ketika Nokia Remehkan Android

Pertama kali diumumkan akhir tahun 2008 lalu, ponsel komersial Android masih dianggap ‘angin lalu’ oleh Nokia yang saat itu masih jadi raja ponsel dunia. Namun nyatanya hanya butuh beberapa tahun hingga akhirnya perangkat Android mendominasi dan merebut takhta Nokia.

T-Mobile G1 atau yang juga dikenal sebagai HTC Dream memang tak terlalu menyita perhatian konsumen saat dulu diluncurkan. Sejumlah produsen termasuk Nokia menganggap Android tak akan menjadi ancaman, apalagi karena menggunakan OS berbasis Linux yang menurutnya unmanageable.

“Kami tidak melihatnya sebagai ancaman. Mengumpulkan sejumlah besar orang untuk bersama-sama mengembangkan sebuah ponsel adalah sesuatu yang telah kami lakukan (pada Symbian dan Windows Mobile) sejak bertahun-tahun lalu,” ujar juru bicara Nokia saat itu.

Tak cuma dari Nokia, pernyataan resmi pihak Symbian menanggapi kehadiran Android di jagat ponsel juga tak berbeda jauh. Pengalamannya mengembangkan berbagai jenis ponsel selama bertahun-tahun membuatnya percaya diri menghadapi tantangan Android yang notabene adalah pemain baru saat itu.

“Kami telah melakukannya selama 9 tahun dan mungkin telah melihat selusin platform baru yang datang dan mengatakan kami mendapat rintangan. Kami menganggapnya serius tapi kami adalah orang-orang yang mengembangkan sebuah ponsel yang sesungguhnya, platform ponsel yang sebenarnya, dan telah digunakan oleh banyak ponsel selama bertahun-tahun,” demikian pernyataan pihak Symbian beberapa tahun lalu, seperti dilansir Phone Arena, Senin (30/4/2014).

“Kami juga telah banyak melihat banyak upaya untuk membuat semacam standar dari linux. Tapi Linux pada dasarnya terpisah-pisah. Linux itu unmanaged dan sulit dikendalikan perkembangannya,” tambah pernyataan Symbian dalam tanggapannya mengenai Android.

Baik Nokia maupun Symbian memang bisa dibilang terlena oleh kejayaannya sendiri. Ponsel berbasis Symbian memang sangat digemari beberapa tahun lalu, namun tanpa adanya kompetisi dari platform lain pengembangannya justru terkesan mandek.

Sebaliknya Google yang mengembangkan Android justru terus-menerus menyempurnakannya. Seiring waktu, pesona Android dengan segudang fiturnya yang ditambah teknologi layar sentuh mulai berhasil menyita perhatian. Apalagi harga yang ditawarkan juga masuk kategori terjangkau.

Ditambah lagi saat itu juga hadir iPhone dengan iOS-nya yang cukup dinanti banyak penggila fans Apple. Secara tidak langsung kedua platform ini pun menggerus Symbian yang mulai sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh produsen ponsel termasuk Nokia dan lebih memilih Android yang lebih murah dan bervariasi.



'BlackBerry Lebih Dipercaya Ketimbang Android'


Google telah memamerkan versi terbaru sistem operasi Android, yang dinamakan Android L. Salah satu fiturnya adalah Android For Work yang diklaim membuatnya aman digunakan kalangan enterprise. Tapi bos BlackBerry mengkritiknya.

Dengan Android For Work yang berbasis Samsung Knox, pebisnis dapat memisah data kantor dan data personal dengan metode containerization. Data pekerjaan bisa dikendalikan oleh admin IT dan bisa dikunci, dihapus atau di-restore tanpa mengganggu info personal pengguna.

Android For Work juga memungkinkan perusahaan tak perlu memodifikasi aplikasi mereka untuk berfungsi di enviroment-nya. Fitur ini dianggap sebagai langkah bagus, meski CEO BlackBerry John Chen menilainya tak sepadan dengan sekuriti BlackBerry.

"Di Google I/O, dikatakan mereka akan melakukan beberapa hal untuk meningkatkan sekuriti Android. Khususnya memisah aplikasi dan data kantor dan personal di Android terbaru, dengan teknologi Samsung Knox. Saya senang dengan langkah pertama ini," kata Chen.

Tapi Chen menggarisbawahi bahwa Samsung Knox sendiri belum terlalu sukses dan kurang dari 2 juta perangkat Samsung menggunakannya. Padahal tiap kuartal, Samsung menjual sampai 90 juta smartphone. Beda dengan sekuriti BlackBerry yang menurut Chen diadopsi banyak perusahaan dan jauh lebih banyak dipercaya.

"Jutaan perangkat BlackBerry dipercaya setiap hari oleh perusahaan besar di seluruh dunia. Software BES kami mendominasi enterprise mobility management, dengan pelanggan pebisnis lebih banyak dibanding kompetitor," klaim Chen.

"Dan ketika Knox mencoba membangun benteng di pondasi yang tidak aman (Android-red), seluruh infrastruktur BlackBerry dibangun berlandaskan pondasi manajemen mobile dan keahlian sekuriti selama beberapa dekade," tambah Chen yang detikINET kutip dari InformationWeek, Senin (30/6/2014).

Chen memang berulangkali mempromosikan keunggulan sekuriti BlackBerry. Pria keturunan China ini memang sedang berupaya keras membangkitkan BlackBerry yang jauh tertinggal penjualannya dari perangkat Android dan iOS.


Sumber : http://inet.detik.com/read/2014/06/30/132159/2623138/317/ketika-nokia-remehkan-android?i991104topnews

Sabtu, 28 Juni 2014

5 Hal Penting di Google I/O

Pertemuan tahunan developer di Google I/O kembali digelar 25-26 Juni 2014 di San Francisco, Amerika Serikat. Banyak hal yang dinanti, namun apa saja yang akhirnya diungkap Google?

Pengumuman penting tersebut memang tidak jauh dari perluasaan platform Android beserta dengan update besarnya. Lebih dari itu, ada juga produk-produk lain tak kalah menarik dilahirkan di panggung tersebut.

Mengenai sambutan, sejauh ini belum ada yang terlalu wah. Entah karena jauh dari ekspektasi atau memang gosip yang wara-wiri beredar pada akhirnya terbukti juga.

Nah, detikINET mencatat ada beberapa pengumuman penting yang disampaikan di Google I/O, yang dilansir Android Central, Rabu (26/6/2014).


1.Android L

Inilah menu utama sekaligus menjadi pembuka di acara Google I/O. Android L dipamerkan kepada pengembang, sekaligus menandakan kehadiran versi terbaru dari sistem operasi andalannya tersebut.

Di Google I/O, abjad huruf 'L' masih belum diteruskan dengan nama sebuah makanan penutup seperti yang biasa dilakukan. Di depan para pengembang, Google masih menyebutnya sebagai Android 'L'.

Android 'L' adalah sebuah ambisi Google untuk berubah dengan penekanan perubahan pada warna baru, notifikasi baru dan desain baru. Khusus untuk desain, Android L diseragamkan agar bisa tampil di wearable device, laptop ataupun televisi.

Notitifikasi yang dibawa Android L, hadir dengan lebih interaktif dengan memudahkan navigasi termasuk pada menu lock screen. Di fitur ini juga terdapat pop-up yang dinamai heads-up untuk memudahkan dalam menjawab sebuah notifikasi.

Android L juga dipastikan akan lebih baik karena saat ini penggunaan Android Runtime (ART) sudah berjalan secara penuh. Dengan adopsi menyeluruh inilah, memori dan daya tahan baterai akan jauh lebih hemat. Bahkan Google mengklaim, sistem ini lebih baik dari Dalvik runtime.


2.Android Wear

Menurut Direktur Teknik Android David Singleton, saat ini sudah memasuki masa miniaturisasi dari sebuah teknologi. Maksudnya, perangkat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sudah mulai tersentuh dengan teknologi.

Maka tak mengherankan di ajang Google I/O Google pun mengumumkan kehadiran Android Wear, sebuah sistem operasi khusus untuk wearable device.

Singleton memamerkan bahwa perangkat lunak Android Wear mampu melakukan perintah seperti voice commands, berinteraksi dengan smartphone dan mengendalikan TV dari jarak jauh.

"Kami tepat di awal dari sebuah miniaturisasi teknologi. Ini berarti, memungkinkan sebuah komputer kecil yang dapat digunakan secara nyaman di tubuh Anda sepanjang hari," ujarnya.

Dia sendiri beralasan bahwa Google akhirnya menghadirkan Android Wear khusus untuk wearable device karena orang-orang melihat smartphone Android mereka rata-rata 125 kali sehari.


3.Android One

Berkat sistem keterbukaan, Android bisa disematkan di mana saja. Mulai dari handset murah hingga yang paling berkelas sekalipun. Tapi kini, berkat kehadiran Android One, smartphone minim spesifikasi dapat dimaksimalkan.

Android One ini sebetulnya adalah patokan model bagi rekanan Google untuk membuat smartphone maksimal namun dengan spesifikasi minimal. Dengan begitu, harga yang ditawarkan pun bisa ditekan serendah mungkin.

Perbedaan Android One dengan Android biasa memang tidak terlalu mencolok. Namun, di platform ini diambil dari Google Stock dan rekanannya diminta untuk menambahkan aplikais sendiri.

India adalah salah satu negara pertama yang akan memulai menjual Android One pada kuartal ketiga tahun 2014. Beberapa vendor, seperti Karbonn, Cromax dan Spice ikut meramaikan Android One ini.


4.Android TV

Android akan duduk di tengah-tengah ruang keluarga, setelah Google mengumumkan kehadiran Android TV. Perangkat ini belajar dari kesalahan Google TV, Android TV menjadi salah satu perangkat hiburan pintar.

Android TV hadir sebagai set-top box dengan antamuka khas Android yang tentu saja sudah familiar. Perbedaan lainnya, tentu saja dapat digunakan sebagai alat pemutar musik, video dan aplikasi Android lainnya.

Google telah menggandeng pabrikan Sony dan Sharp untuk membuat televisi berbasis Android TV, serta Razer dan Asus untuk mengembangkan set-top-box yang fokus pada gaming.


5.Android Auto

Sistem operasi Android kini tak lagi hanya dapat digunakan di perangkat mobile, karena kini si 'Robot Hijau' secara resmi mulai merambah ke kendaraan roda empat alias mobil.

Seperti yang sudah banyak sejak Google mengumumkan Open Automotive Alliance, Android Auto -- nama yang disematkan -- merupakan langkah selanjutnya dari konsorsium tesebut.

Datang di atas panggung, Direktur Teknik Android Patrick Brady menjelaskan bahwa beberapa fungsi dasar dari Android Auto ini adalah mampu diperintah untuk memutar musik, mengecek lalu lintas, dan menjadi penunjuk arah jalan.

Android Auto dapat berfungsi setelah dihubungkan dengan device. Secara keseluruhan, aplikasi ini mempunyai tampilan seperti Google Now.

Tidak hanya tampilan, perintah suara juga dibenamkan di Android Auto. Sehingga nantinya, pengguna dapat memerintah seperti memutar musik, mengecek agenda, mencarikan petunjuk jalan dan sebagainya.

Mengirim SMS dengan perintah suara pun dapat dilakukan. Bahkan lebih kerennya lagi, hal tersebut dapat dilakukan tanpa harus keluar dari aplikasi Google--dalam keadaan diigunakan sekalipun.

Google mengklaim telah ada 40 partner baru yang bergabung di OAA. Mobil pertama yang menggunakan Android Auto akan bersiap mengaspal pada akhir tahun ini.



Sumber : http://inet.detik.com/read/2014/06/26/113032/2619792/317/6/5-hal-penting-di-google-i-o

Jumat, 27 Juni 2014

Kritik di Balik Gegap Gempita 'Kursus Online' MOOC

Di balik keriuhan Massive Open Online Course (MOOC) sertaexcitement para pesertanya, like or dislike, ada beberapa pandangan lain -- lebih tepatnya kritik mengenai platform ini. Terutama kalangan pendidikan tinggi yang turut serta dalam platform itu sendiri (internal), maupun berbagai pihak di luarnya.

Walaupun ada pihak lain di luar keduanya, namun artikel kali ini mengerucut pada pandangan mereka yang merupakan akademisi pendidikan tinggi.

Melanjutkan artikel sebelum nya yang juga dimuat di detikINET -- bulan lalu penulis terlibat dalam diskusi via email dengan beberapa pengajar baik Profesor maupun Doktor di perguruan tinggi di Amerika Serikat dengan keahlian dan latar belakang riset Instructional Design serta Distance Learning.

Dalam usahanya menyelami learning experience dalam platform ini, penulis sendiri mengikuti beberapacourses sejak awal tahun dengan fokus pada kegiatan belajar mengajar, interaksi dengan sesama peserta, kualitas tugas, kuis dan ujian, sampai dengan grading systems.

Memang terasa sekali kegembiraan dan antusiasme seluruh stakeholder. Terutama peserta, dari berbagai negara dari lima benua. Ya, ruang dan waktu menjadi irrelevant. Kegembiraan dan semangat siswa sebagai peserta dalam mengikuti mata kuliah sangat terasa sekali.

Banyak di antaranya terpesona dan terpukau dengan reputasi dan karisma Profesor tertentu selaku pengajar, susunan silabus dan kualitas materi perkuliahan, khususnya partisipan dari emerging dan less-developed countries.

Bagi penikmat, terlebih lagi pemerhati, tentunya akan menyadari downside platform terbaru ini. Standar pendidikan, kredibilitas penilaian, kualitas pembelajaran dan pada akhirnya kualitas lulusan merupakan hal-hal yang perlu digarisbawahi dan menjadi perhatian utama. Faktor ini juga menjadi sorotan dan sasaran dalam perspektif kritis yang disampaikan oleh mereka.


Di sisi lain, kita jelas sepenuhnya sadar bahwa MOOC sangatlah menggoda bagi institusi pendidikan dan jajaran civitas akademianya karena platform tersebut bisa menjadi ladang baru, atau revenue stream tambahan, bahkan kemungkinan bisa menjadi pendapatan utama di masa akan datang karena potensi jangkauan dan jumlah peserta sangatlah besar.

Harap diingat dengan memiliki satu unit komputer dan koneksi internet, maka siapapun, di manapun, kapanpun dan darimana pun siswa berasal, mereka bisa mengikuti mata kuliah yang ditawarkan. Sekedar informasi tambahan: Rasio penerimaan siswa dari sekian banyak applicant (acceptance rate) di Universitas Harvard tahun lalu ada di angka 5.9 persen.

Walaupun sektor pendidikan mengusung misi idealisme dalam setiap nafas aktivitasnya, seiring dengan makin ketatnya persaingan dalam memperoleh siswa, kesempatan untuk memperoleh tambahan pendapatan jelas sulit ditampik apalagi ditolak.


Dari pihak internal sendiri, contohnya Harvard dalam inisiasi HarvardX, pro dan kontra terkuak. Beberapa Profesor mengajukan surat tertulis kepada para petinggi menyatakan bahwa mereka mempertaruhkan reputasinya saat memutuskan untuk turut serta mengembangkan dan berpartisipasi dengan MIT dalam platform edX.

Namun beberapa profesor lain justru sangat ingin dan mengajukan proposal menawarkan beberapa mata kuliah yang akan diajarnya.


Sementara itu, University of Texas at Austin, memutuskan terjun ke MOOC dengan dua tujuan. Pertama, menjaga market leadership mereka di antara perguruan tinggi di Negeri Paman Sam, selain ingin mengekplorasinya sebagai kanal baru dalam menjangkau siswa di belahan negara lain.

Professor dan Chair of Learning Technologies di University of North Texas, Mike Spector, beranggapan bahwa MOOC perlu mengakomodasi personalized learning environment dimana profil siswa dan analisa data berkelanjutan digunakan untuk menentukan pendekatan serta pemilihan aktivitas pembelajaran terhadap siswa tertentu. Lebih lanjutnya, tahapan analisa, perencanaan, ujian, dan proses instructional design lainnya jarang sekali digunakan.

Kita sadar bahwa sudah seharusnya formative feedback, sebagai faktor terpenting dalam pembelajaran formal, nyaris tidak terlihat, atau apabila ada, implementasinya relatif lemah. Namun dia berharap, gegap gempita MOOC ini apabila mereda akan digantikan oleh kesadaran para institusi pendidikan dan pengajarnya untuk menjalankannya.

Hal senada disampaikan Roger Kaufmann, Emeritus Professor di Florida State University. Seringkali digelari sebagai 'Bapak' Teknologi Pembelajaran (Educational Technology atau ET) dan Needs Assessment, beliau beranggapan dengan tidak adanya needs assessment, need analysis, targeted population assessment, targeted learning design dan continuous improvement, aktivitas belajar dengan MOOC kehilangan rohnya. Sehingga, menurutnya saat ini platform tersebut lebih cocok untuk pembelajaran informal (non-degree dan training).

Berangkat dari pandangan di atas, University of Texas at Brownsville, institusi tempat penulis menjadi guest lecturer di program pasca sarjana ET dengan e-learning platform mereka, mengambil langkah konservatif dalam berpartisipasi dan memanfaatkan tren ini.

Komite khusus sudah dibentuk. Dua full-time educational technologist berperan sebagai learning designer dan learning facilitator sudah disiapkan. Tugasnya mendesain proses pembelajaran, termasuk analisa, perencanaan, tugas, kuis, proyek akhir sampai dengan penilaian. Bila disetujui oleh pihak berwenang, maka mereka akan bermitra dengan pihak ketiga untuk platform, strategi dan keperluan belajar-mengajar lainnya.

Larry Johnson, CEO New Media Consortium sebagai wadah ratusan universitas, museum dan pusat penelitian seluruh dunia bernaung, beranggapan sebaliknya. Secara positif, MOOC akan memberikan anti-tesis terhadap mainstream atau conventional online learning mulai dari penentuan jumlah credit hours, waktu belajar, penilaian sampai dengan interaksi.


MOOC menawarkan sesuatu yang baru, dengan membludaknya peserta, jumlah alokasi dana, kemungkinan tambahan pendapatan, ditambah lagi dengan diakomodasinya berbagai ide dan eksperimen. Larry beranggapan semua hal itu akan membuka wawasan dan wacana baru, yang positif dan konstruktif tentunya.

Sesuatu yang sukar sekali, nyaris mustahil, dilakukan di platform e-learningkonvensional yang sudah berjalan hampir dua dekade terakhir. Idealnya, semuaonline course harus memiliki standar serupa dengan face-to-face lecture. Tidak hanya sama namun juga tinggi dengan mempertimbangkan faktor perencanaan, desain, implementasi dan evaluasi.

Semua pandangan di atas merupakan opini pribadi para tokoh tersebut, tidak mewakili institusi tempat mereka bernaung. Dan pada akhirnya, dari perspektif pendidik dan akademisi, jelas mereka mengetahui betul bahwa suksesnya pembelajaran sangat tergantung dari proses learning design dan dari sudut pandang etika serta kode etik profesi, jika berpartisipasi dalam platform MOOC, sebagai lecturer maupun advisor, mereka harus bukan hanya memperhatikan namun juga menekankan dan mengimplementasikannya.

Sementara itu, bagi pihak lain, stay calm and keep studying at MOOC.




Penulis : Goutama Bachtiar merupakan Founder Consultoria dan Contenindo, konsultan teknologi informasi, trainer, content producer, dan courseware developer. Bisa dihubungi lewat Twitter: @goudotmobi, surel: goutama@gmail.com dan LinkedIn: www.linkedin.com/in/goutama.

Sumber : http://inet.detik.com/read/2013/07/19/101922/2307795/398/4/kritik-di-balik-gegap-gempita-kursus-online-mooc

Rabu, 25 Juni 2014

Inilah Proses Penyembelihan Sapi Bersertifikat Halal di Australia

Australia adalah salah satu negara eksportir produk halal terbesar di Dunia. Daging sapi berlogo halal asal Negeri Kanggurupun mudah ditemukan di Indonesia. Sebenarnya, seperti apa proses pemotongan hewan di rumah jagal bersertifikat halal di Australia?

Akhir tahun lalu, sekumpulan jurnalis kuliner dan gaya hidup dari Timur Tengah diundang Meat and Livestock Australia berkunjung ke negara tetangga Indonesia ini. Mereka menyaksikan sendiri proses penjagalan sapi sehingga menghasilkan produk sapi halal.

Mohammed Alshoaiby dari situs Saudi Gazette menuliskan pengalamannya, seperti dikutip situs Halal Focus (02/01/2014). Ia dan rekan-rekannya diajak ke peternakan sapi Kerwee Feedlot di Queensland oleh sang pemimpin eksekutif,Lachie Hart.

Di sini, sapi-sapi dipelihara di kandang besar. Masing-masing diberi keterangan terkait jenisnya, makanannya, usianya, dll. Kerwee-pun mengembangkan sistem untuk memanfaatkan angin alami agar sapi merasa rileks.

Makanannya dipisah tergantung jenis sapinya. Misalnya, sapi Angus diberi makan padi-padian. Pakan tersebutpun dipisahkan dan ditumpuk berdasarkan jenisnya.

Setiap sereal dan padi-padian memiliki campuran vitamin dan mineral yang kompleks dan menyehatkan. Di lidah manusia, padi-padian ini memiliki rasa tajam, asin, pahit sampai rasa sereal yang lembut.

Dari Kerwee, para jurnalis pindah ke salah satu pabrik pengolahan sapi terbesar di Queensland, Stanbroke. Semua orang yang memasuki pabrik ini harus mengenakan helm pelindung, bot, sarung tangan, dan mantel.


Mereka dipandu menyaksikan proses secara terbalik, yakni mulai dari pengemasan, pemotongan daging, pengambilan tulang, pengeluaran isi perut, pengulitan, sampai penyembelihan.

Di tahap inilah Mohammed, muslim asal Maroko berkebangsaan Australia, mengucapkan 'Bismillah... Allahu akbar...". Ia tak sempat mengobrol dengan para pengunjung karena sibuk menyembelih ratusan sapi per hari.

Proses penyembelihan di Stanbroke banyak dipengaruhi penelitian Temple Grandin, dokter ilmu hewan asal Amerika, tentang kesejahteraan hewan. Ia menyarankan ternak digiring ke tempat penjagalan dengan barisan yang berkelok-kelok agar mereka tak stres saat disembelih.

Sapi lalu ditidurkan di ruang yang nyaman dan kepala mereka ditembak dengan pistol khusus agar pingsan. Staf lalu mengetes dengan menyentuh mata sapi. Jika berkedip, tandanya sapi masih sadar dan perlu dipingsankan sekali lagi. Setelah disembelih, sapi tersebut ditandai 'non-halal'. Jika hewan tidak merespons, sapi direbahkan di meja penjagalan dan disembelih dengan nama Allah.

Sapi yang sudah mati kemudian diperiksa oleh pakar halal untuk memastikan bahwa penyebab kematiannya adalah karena lehernya digorok, bukan karena tengkoraknya retak.

Dengan cepat tubuh sapi dikaitkan, digantung, lalu disetrum agar darahnya terkuras habis dan agar dagingnya terasa lebih empuk. Sapi lalu dikuliti, dibuang isi perutnya, dan dipotong-potong.

Potongan-potongan tersebut diperiksa skor marbling-nya (seberapa banyak lemak dalam daging), warna daging (dengan skala kemerahan), serta warna lemak (dari kuning yang terburuk sampai putih yang terbaik). Daging lalu ditandai dan dipindahkan ke bagian lain untuk dibuang tulangnya, dibagi per porsi, dan dikemas



Kebersihan sangat diperhatikan di setiap tahap. Karyawan dan pengunjung harus mengenakan pakaian pelindung yang sudah disanitasi. Mereka juga harus mencuci tangan dan bot secara saksama sebelum melangkah ke kolam berisi air yang sudah disanitasi di pintu pabrik. Setiap karyawan juga memakai penutup rambut serta penutup janggut untuk yang berjanggut gondrong.

Glen Thompson dari Stanbroke menyebutkan bahwa regu pembersih siap membersihkan seluruh tempat pemotongan hewan dari setitik darah sekalipun hingga pukul 11 malam. Jadi tempat tersebut sudah bersih dan siap dipakai untuk shift berikutnya yang dimulai pagi-pagi sekali.

"Tak ada yang terbuang," kata Thompson. Darah sapi dijual ke berbagai perusahaan farmasi untuk riset, kulitnya dijual ke industri kulit, serta lemaknya dijual ke pabrik. Jeroan seperti lidah, otak, hati, mata, ginjal, dll juga dikemas dan dijual di pasaran.

Banyak produk daging sapi potong dari Stanbroke yang dipasarkan di Timur Tengah. Ekspor daging merah dari Australia ke Timur Tengah dan Afrika Utarapun tumbuh sebanyak 32% di tahun 2013 dengan nilai total sekitar 161.000 ton.

"Kami sangat serius mengerjakan proses halal," ujar Thompson. Jadi, konsumen makin yakin bahwa proses halal juga sangat menjaga kebersihan dan keamanan pangan.




Sumber : http://food.detik.com/read/2014/02/18/181302/2501331/901/3/inilah-proses-penyembelihan-sapi-bersertifikat-halal-di-australia

Sabtu, 21 Juni 2014

Teknologi Digital di Sekitar Kita

Saat ini kita hidup di era digital. Coba tengok di sekeliling kita, hampir semua perangkat yang kita lihat sudah dapat dihubungkan dengan jaringan komputer, seperti IP Phone, IP Camera, IP Printer, AC, dan TV, bahkan pintu dan jendela rumah.

Teknologi digital menjadikan apa yang dulu kita lihat hanya ada di film, ternyata sudah dapat diaplikasikan di dunia nyata.

Pemanfaatan teknologi digital ini, tak dipungkiri lagi telah membantu kita menjadi lebih efisien dan efektif. Teknologi digital yang tepat guna dalam dunia bisnis tentunya dapat memberi manfaat yang luar biasa bagi kelancaran bisnis, menghemat waktu dan menekan biaya operasional.


Integrasi Perangkat Komunikasi Berbasis Jaringan

Saat ini perangkat yang mampu terhubung dengan jaringan komputer terus dikembangkan di berbagai sektor. Di perkantoran, rumah tinggal, sekolah, bahkan kegiatan militer, kini sudah mulai memanfaatkan perangkat dengan berbasis jaringan.

Semakin banyak perangkat yang terhubung ke jaringan, maka integrasi perangkat dapat makin mudah dilakukan. Hal ini tentunya akan semakin mempermudah kita dalam beraktivitas dan berinteraks


Begitu juga halnya dengan teknologi komunikasi. Update informasi atau data dapat dilakukan makin mudah dan cepat, tanpa batasan waktu dan lokasi.

Sebagai contoh adalah inovasi teknologi yang menggabungkan telepon dan handy talkie (HT) atau walkie talkie. Teknologi ini sudah dimanfaatkan di sektor komersial seperti pertambangan untuk memudahkan dan memperlancar komunikasi dan koordinasi antara pekerja di lapangan dan di kantor. Sektor pemerintahan pun sudah menerapkan teknologi ini untuk kebutuhan militer/sektor pertahanan keamanan.

Proteksi Keamanan Berbasis Analitik

Bicara tentang keamanan, masih ingat dengan tayangan rekaman video CCTV di televisi yang memperlihatkan aksi komplotan pencuri tas pengunjung di sebuah restoran cepat saji di salah satu pusat perbelanjaan di Tangerang?

Tayangan tersebut menampilkan dua orang pemuda yang ikut membaur duduk di area restoran dan tak disadari oleh si korban bahwa tasnya telah berpindahtangan ke komplotan pencuri tersebut.

Pemanfaatan CCTV tentunya menjadi salah satu solusi yang dapat diandalkan untuk membantu menciptakan jaminan keamanan. Namun apakah CCTV yang digunakan sudah tepat guna?

Sayangnya, saat ini pemanfaatan CCTV bisa dibilang masih terbatas hanya sebagai alat perekam. Di negara-negara maju, pemanfaatan CCTV sudah jauh lebih canggih. Mereka memanfaatkan perangkat CCTV dengan teknologi video surveillance untuk mengamankan area publik atau area yang banyak bersinggungan dengan publik.


Dari studi uji efektivitas sistem video surveillance di Inggris -- negara dengan pemanfaatan video surveillance terbanyak dibanding negara lain -– menunjukkan adanya penurunan tingkat kejahatan yang signifikan di pusat-pusat kota, perumahan, angkutan umum, dan area parkir yang telah dipasangi video surveillance.

Fungsi utama dari video surveillance adalah untuk menjawab kebutuhan yang bersifat pencegahan. Saat ini video surveillance bahkan sudah dilengkapi pula dengan fitur video analytic, dan dapat diintegrasikan denganperalatan keamanan lainnya seperti alarm, pemadam kebakaran, SMS gateway, bahkan sampai HT.

Kejadian yang terekam oleh kamera video surveillance dapat langsung di-broadcast ke ponsel pintar, IP Phone, dan HT, sehingga pengguna dapat melihat atau mendengar langsung kejadian yang tengah terjadi.

Saat CCTV biasa masih menggunakan boks penyimpanan khusus DVR, maka teknologi video surveillance sudah memanfaatkan server untuk penyimpanan rekamannya. Server ini dapat dihubungkan dengan media penyimpanan eksternal sehingga mampu menyimpan rekaman lebih banyak tanpa dibatasi jumlah kamera dan jumlah user login.

Smart Building

Lebih jauh lagi, teknologi video surveillance juga dapat diintegrasikan dengan access control, untuk mengontrol pintu, jendela atau akses masuk lainnya, alarm kebakaran, hingga panggilan darurat.

Bayangkan jika sebuah teknologi video surveillance digabungkan dengan teknologi biometrik pengenal wajah yang diaplikasikan di sebuah apartemen. Saat memasuki lobi apartemen, kita sudah disambut kamera canggih yang mampu mengenali wajah orang-orang yang memasuki apartemen tersebut.


Saat menunggu lift, secara otomatis kamera mengenali wajah kita dan mengarahkan lift menuju lantai di mana kita tinggal. Setibanya di depan kamar apartemen, pintu otomatis terbuka, dan AC langsung menyala. Semua peralatan elektronik akan beroperasi sesuai yang kita program, bahkan tanpa sentuhan tangan sekalipun.

Pengguna tidak perlu lagi mendekatkan kartu pada reader, menempelkan jari pada scanner ataupun menekan tombol untuk membuka pintu. Fitur pengenalan wajah (face recognizer) dapat menentukan apakah orang tersebut diperbolehkan mengakses ruangan atau tidak.

Teknologi di atas adalah konsep baru yang sejalan dengan perkembangan perangkat berbasis jaringan, yang dikenal dengan nama Smart Building. Smart Building adalah suatu sistem yang menggabungkan beberapa perangkat jaringan menjadi satu kesatuan, yang bertujuan menyajikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan. Yang tak kalah pentingnya, teknologi ini mampu menjadi solusi untuk menghemat energi.

Skenario di atas adalah satu contoh pemanfaatan Smart Building pada apartemen, yang juga dapat diterapkan di gedung perkantoran misalnya. Mulai dari pengaturan lampu, AC, hingga berbagai peralatan rumah tangga dapat dikendalikan dengan menggunakan suara, sinar infra merah, kamera, gadget, atau melalui kendali jarak jauh (remote control). Smart Building saat ini sudah banyak diaplikasikan di negara maju dan negara-negara berkembang lainnya.


Dengan melihat kondisi saat ini dimana era digital sudah merambah ke berbagai unsur kehidupan, tentu ini merupakan peluang yang tepat untuk mulai berinvestasi di dalamnya. Pemanfaatan teknologi berbasis jaringan IP Phone, IP Camera, Smart TV, dan integrasinya kedalam satu kesatuan teknologi bernama Smart Building dapat menjadi pilihan tepat guna mendapatkan jaminan kenyamanan, keamanan, kemudahan, dan penghematan energi. Siapkah Anda?



Penulis : Jip Ivan Sutanto, Director of Solution & Infrastructure Delivery & Pre Sales, PT Multipolar Technology Tbk

Sumber : http://inet.detik.com/read/2014/04/23/090416/2562668/398/4/teknologi-digital-di-sekitar-kita

Kamis, 19 Juni 2014

Sama-sama Quad Core, Belum Tentu Setara

Pengguna ponsel awam mungkin menganggap semua prosesor quad core bakal menyodorkan kinerja sama, atau paling tidak mendekati. Padahal faktanya tak melulu seperti itu, karena terkait berbagai faktor. 

Iming-iming prosesor quad memang kerap dilakukan vendor ponsel untuk memikat konsumen. Namun baiknya konsumen tahu jenis quad core yang bakal didapatkannya. Meski sama-sama quad core, kinerjanya bisa berbeda jauh.

Itu karena arsitektur yang digunakan tiap prosesor quad core bisa berbeda-beda. Saat ini tercatat ada 5 desain arsitektur berbasis Cortex yang dimiliki ARM. Tiap-tiap arsitekstur mewakili segmen ponsel yang diincarnya.

Yang paling rendah adalah Cortex-A5. Prosesor ARM jenis ini memang agak sulit ditemukan karena kinerjanya yang terbilang sangat biasa, sehingga banyak vendor yang kurang meminatinya. Fokus Cortex-A5 adalah efisiensi daya. 

Jadi bila perangkat yang Anda gunakan menggunakan prosesor berbasis Cortex-A5, baiknya jangan terlalu berharap banyak dengan kinerjanya, meski dengan di atas kertas berkekuatan quad core.

Cortex-A7 adalah arsitektur ARM yang paling diminati oleh banyak vendor. Prosesor ARM jenis ini dapat mudah ditemukan pada ponsel kelas entry-level hingga low-to-mid.

Favorit dipilih vendor karena selain daya yang efisien, kinerjanya juga terbilang lumayan. Oleh sebab itu banyak vendor yang memadukannya dengan chip grafis yang juga lumayan

Cortex A8, bisa dibilang adalah versi kencang dari Cortex-A7. Selain kinerja yang cukup mumpuni, efisiensi dayanya juga lumayan. 

Hanya saja lantaran biaya produksi yang berselisih lumayan dari Cortex-A7 tetapi dengan peningkatan kinerja yang tak terlampau jauh, arsitektur ini menjadi kurang diminati.

Bicara kinerja kencang, Cortex-A9 bisa menjadi jawabannya. Arsitektur ARM yag satu ini memang disiapkan untuk menyuguhkan performa kelas atas. Umumnya prosesor ponsel yang menggunakan arsitektur ini memang menempati segmen kelas mid-to-high end.

Menempati posisi teratas dengan kinerja paling kencang adalah Cortex-A15. Arsitektur jenis ini hanya dapat ditemui di ponsel kelas atas seperti Galaxy S5. Salah satu yang menggunakannya memang adalah prosesor Exynos 5 besutan Samsung.

Jadi, arsitektur mana yang digunakan perangkat Anda?

Sumber :  http://inet.detik.com/read/2014/06/19/150128/2613063/317/2/sama-sama-quad-core-belum-tentu-setara

Sabtu, 14 Juni 2014

Beberapa Penyebab Rasa Gatal Pada Kulit

Menderita gatal-gatal pastilah menyebalkan dan mengganggu. Tak hanya orang dewasa, anak kecil pun sering mengalami gatal-gatal. Gatal sendiri diartikan sebagai sebuah perasaan wajar yang dialami oleh kulit manusia.

"Gatal di kulit terjadi karena adanya sel-sel saraf yang mampu mendeteksi rasa gatal. Sel itu tentunya bukan ada di kulit melainkan ada di bagian tulang belakang yang kemudian membuat respon ke otak kita," jelas dr Ratna Purnamasari dalam Coaching Class bersama Caladine di Kidzania Pacific Place, Jakarta Selatan, seperti ditulis Sabtu (14/6/2014).

Dalam acara yang bertemakan "Bebaskan Si Buah Hati dari Si Gatal" itu, dr. Ratna juga menjelaskan berbagai macam penyebab gatal. Menurutnya ada enam hal yang mampu menyebabkan gatal pada diri kita. Penyebabnya adalah sebagai berikut:

1. Kaligata

Nama medisnya adalah urtikaria. Kaligata merupakan penyakit pada kulit yang timbul karena adanya reasi berlebihan terhadap kondisi luar yang tidak baik seperti debu, udara, dan sebagainya.

2. Dermatitis

Dermatitis lebih sering disebut penyakit eksim. Dermatitis adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang meradang dan iritasi. Ada tiga jenis dermatitis atopik, yakni dermatitis infantil yang menyerang balita di bawah dua tahun, kemudian ada dermatitis anak yang menyerang anak usia 2-5 tahun, dan dermatitis dewasa yang menyerang anak-anak hingga remaja usia 20 tahun.

3. Kulit terbakar matahari

Cuaca yang terkadang sangat panas sering membuat kulit kita terbakar. Ketika hal itu terjadi maka rasa gatal pun mengiringi.

4. Kulit kering

Sejatinya kulit manusia akan berganti setiap 28 hari sekali dan ketika hal itu terjadi maka sel kulit kita akan terpisah satu sama lain sehingga penghalang antara kulit dan lingkungan menjadi lemah. Hal inilah yang sering menyebabkan gatal luar biasa pada tangan atau kaki kita.

5. Produk kebersihan yang mengandung zat kimia

Penggunaan produk kebersihan seperti deterjen, sabun cuci piring, dan pemutih wajah juga sering menjadi penyebab gatal. Hal ini tidak lain tidak bukan karena zat kimia yang terkandung dalam produk tersebut.

6. Biang keringat dan gigitan serangga

Inilah penyebab gatal paling umum yang diderita manusia. Tak hanya orang dewasa, anak kecil pun sering mengalaminya. Menurut dr. Ratna, biang keringat terjadi karena adanya sumbatan-sumbatan pada pori-pori atau saluran keringat di tubuh. Sementara itu gigitan serangga yang paling sering menyebabkan gatal adalah gigitan nyamuk dan semut.



Ini Dia Penyakit-penyakit Orang yang Bekerja Terus Sampai Tua


Tetap beraktivitas meski lanjut usia memang tidak dilarang, bahkan punya manfaat termasuk menunda pikun. Tapi jangan salah, beberapa penyakit justru mengintai orang-orang yang bekerja terus sampai tua.

Semakin maju pengetahuan medis berdampak pada semakin tingginya angka usia harapan hidup. Jika pada tahun 1.900 kebanyakan orang meninggal pada usia 55 tahun, dewasa ini orang tua dapat hidup hingga umur 80 tahun ke atas.

Dengan bergesernya angka harapan hidup tersebut, kini anggota masyarakat dengan umur 45 tahun ke atas makin besar. Berkaitan dengan hal tersebut, mereka yang masih bekerja pada usia tua menghadapi bahaya kesehatan yang besar.

Professor Mark Harris, Direktur Pusat Pelayanan Kesehatan di Universitas New South Wales (NSW), Australia, mengatakan bahwa meskipun gaya hidup sehat termasuk diet dan olahraga dapat mencegah bahaya kesehatan, masih ada faktor lain seperti gen dan hal lainnya dapat memberi dampak negatif.

"Saat kita semakin tua, kesehatan kita semakin tidak dapat diprediksi. Semakin lama anda hidup maka semakin ada kemungkinan anda terjangkit penyakit," ujar Harris.

Berikut beberapa bahaya kesehatan yang mengancam mereka yang masih bekerja pada usia tua seperti dilansir dari ABC Australia, Rabu (10/6/2014).

1. Bekerja sampai usia 75 tahun: Kanker

Ada berbagai macam jenis kanker, dan resiko terjangkit kanker tersebut makin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Pada seseorang yang berumur 75 tahun, satu dari tiga orang pria dan satu dari empat orang wanita dapat terpengaruh oleh penyakit ini.

Meskipun kanker dapat diobati, namun pengobatannya memakan waktu lama dan biaya yang besar dan dapat mengakibatkan disabilitas.

2. Bekerja sampai usia 79 tahun: Sakit jantung

Menurut data dari Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia, mereka yang mengalami masalah kesehatan kardiovaskular meningkat hampir dua kalinya dari kelompok umur 44-54 tahun dan umur 55-64 tahun. Pada kelompok umur 65-79 tahun hampir setengah dari populasi mengidap penyakit ini.

3. Bekerja sampai usia 45 tahun: Radang sendi

Osteoarthritis atau yang disebut juga degenerasi sendi adalah penyakit yang menyerang tangan, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Saat seseorang menginjak usia 45 tahun ke atas, kemungkinan mengidap penyakit ini meningkat tajam.

Osteoarthritis menyebabkan seseorang kehilangan kekuatan persendiannya akibat kurangnya protein yang melumasi persendian.

"Osteoarthritis tidak akan membunuh, namun penyakit ini akan sangat berdampak pada kualitas hidupmu," kata Harris.

4. Bekerja sampai usia 40-an tahun: Diabetes tipe 2

Di Australia hampir sekitar 15 persen kelompok umur 45-54 mengidap diabates tipe 2. Pada umur 65-74 tahun persentase tersebut naik hingga 28 persen.

Harris mengatakan, seseorang yang mengidap diabetes akan kesulitan berkerja karena komplikasi yang dapat menyebabkan disabilitas atau bahkan amputasi.

5. Bekerja sampai usia 54 tahun: Sakit mata

Angka mereka yang penglihatannya tidak sehat hampir bertambah dua kali lipat dari kelompok umur 35-44 hingga 45-54.

6. Bekerja sampai usia 64 tahun: Kerusakan Pendengaran

Sekitar sepertiga populasi kelompok umur 55-64 di Australia terpengaruh oleh penyakit ini dan angkanya terus bertambah.

7. Bekerja sampau usia 70 tahun: Rentan jatuh

Bagi mereka yang masih muda terjatuh bukanlah hal yang besar, namun untuk beberapa orang yang menginjak kelompok umur 70-74 tahun terjatuh memiliki bahaya yang nyata.

Kelompok umur tua rentan terjatuh dan mengalami cidera. Cidera yang diderita bergantung pada ketinggian pada saat terjatuh, berat badan, dan permukaan jatuhnya badan.

8. Bekerja sampai usia 70 tahun: Masalah kognitif

Pada umur sekitar 70an, tubuh manusia mulai mengalami banyak permasalahan. Salah satu dari masalah kesehatan ini adalah munculnya gangguan di pembuluh darah di otak.

"Orang-orang di usia 70an memiliki banyak masalah pada pembuluh darah otaknya. Karena kerusakan pada otak, mereka tidak lagi dapat beraktivitas seperti dahulu," terang Harris.



Sumber : http://www.detik.com/